Saturday, 25 March 2017

Cerpen : Tiada syarat untuk cinta





Sang bayu meniup tubuhku . Dingin hingga aku mengetap bibir . Bunyi ombak menemani pemikiran ku yang kaku . Hingga tak terucap dek kata. Tak terfikir dek akal . Kerana mana mungkin insan di hadapan ku ini mempunyai perasaan suka kepadaku .

 Dari bicaranya seolah-olah serius dan tiada gurauan . Namun hatiku ragu dan diulit bahagia pada masa yang sama . Mungkin kerana dia si pemuda tampan dan datang dari sebuah keluarga yang berada . Sedangkan aku wanita tak berupa malah tiada apa yang boleh dibangga-bangga . Ya ! itu bukan keluhan tapi kenyataan hakikat yang sudah lama aku redha . 

" Kau tak kenal aku lagi "

" Hati tidak punya syarat untuk mencintai "

" Tapi aku tak layak . "

"Poyo ,  kalau saya ucapkan kata-kata manis saja . Tapi cuma satu saya pinta . Percaya dan bagi saya peluang , "  

Kata akhir itu membuat aku mendongak dan menatap wajahnya . Wajah yang aku idamkan itu sedang menatap wajahku . Jujur aku katakan aku juga menyukainya . Tapi sesaat pun aku tidak pernah bermimpi untuk berjalan seiring dengan nya . Kerana aku sedar . Aku tidak sepadan dan tidak layak dengan nya . 

Namun hati aku tewas . Perlahan hati aku mula berangan . Memujuk segala prasangka buruk dan percaya bahawa cinta tidak mengenal rupa . 

Si tampan mencintai dan menerima baik buruknya dia si wanita hodoh . 

Sehingga aku lupa untuk menoleh . Dan menyedari bahawa sekeping hati juga mampu untuk beralih arah . Kini aku yang jatuh . Kini aku yang merasa . Aku yang terkena sakitnya ditusuk serpihan kaca . Kerana hatinya yang meninggalkan aku si wanita hodoh yang ternyata hanya sampah baginya . Pahit ,  sakit . Namun siapa aku untuk mempersoalkan segalanya ?  

Aku yang tidak punya malu untuk menganyam cinta . Aku yang tidak sedar diri ingin menumpang kasihnya . Ya ! Aku lah wanita itu .

_


"  Dina ,  kau nangis lagi ,   "  tegur sahabat ku entah untuk yang keberapa kali .

Aku kesat air mata ku . Kenapa hati ni degil sangat ?  Kenapa dia menyayangi seorang lelaki yang tak sudi ?

" Its enough babe . Jangan nangis untuk lelaki macam dia . "  sambung Syira lagi lalu duduk di sebelah ku .

" Aku cuba . Tapi hati ni lebih rela bertahan . Walaupun dah terang lagi bersuluh . Yang dia dah tak nak kat aku . "  jawabku sayu . Kenapa hati ni sakit sangat ?  Jawabnya sebab dia yang degil . Degil dan tak ikut rentak akal fikiran .

" Aku tak tahu nak cakap apa lagi . "  jawab Syirah hampa . Mungkin kecewa dengan sikap aku .

" Kau tak perlu cakap apa-apa . Just always be my side . It more than enough . "  ucapku ikhlas . Lalu tersenyum simpul . Tapi dia tunduk kan pandangan nya memandang bawah lantai lalu perlahan menggenggam tangan ku seolah memberi kekuatan . Ya ! Dia lah ibu dan juga ayah bagiku . Kerana hanya dia yang sudi untuk bersahabat dengan anak yatim seperti aku   .


_



" Saya tak mahu semua ni . Tapi keluarga saya yang mahu saya berkahwin dengan pilihan mereka . "  ujarnya tanpa menatap wajahku .

Saat dia meluahkan kata-kata manis dia menatap wajah ku untuk menyakinkan aku . Tapi saat ini dia berpaling wajah sebagaimana hatinya sudah berpaling dariku . Sakit namun aku ukirkan senyuman untuk menutup perasaan kecewa yang menggigit hati aku . Kerana apa ?

Kerana aku malu untuk nampak kan kekecewaan aku.  Teruk dan sesak di dada . Kini itu yang aku rasakan .

 Salah aku kerana terlalu memuja dia . Salah aku kerana memberi segala rasa cinta hingga tiada yang tinggal untuk aku simpan . Ya semuanya salah aku . Bukan dia .

"  Saya mohon maaf atas segalanya . Dua tahun waktu kita bersama . Saya tak kan lupakan semua tu . "  luahnya lagi . Namun aku masih kelu .

Dua tahun kami bersama . Namun setahun  aku saja yang mempertahankan . Bertepuk sebelah tangan .

Kenapa aku bertahan ?   Kerana percaya dan peluang aku berikan sepenuhnya . Tanpa berfikir akibatnya .

Setahun aku berpura bahawa hatiku bahagia . Aku sedapkan hati aku dengan perkataan bahawa dia akan berubah . Tapi kini terbukti yang pengorbanan aku adalah sia-sia . Apa gelaran yang layak aku dapat ?

"  Saya minta maaf Dina ,  " luahnya namun kali ini dia menatap wajahku .

Aku ukirkan senyuman .
" Tak pe ,  aku doakan kebahagiaan kau . "  balas ku selamba .

Ku lihat matanya membesar . Terbeliak . Mungkin terkejut dengan reaksi aku . Ataupun gembira kerana dia sudah boleh pergi begitu sja ?

"  Dina okey ?   "  soalnya .
Aku angguk kan kepala . Saat ni aku tak tahu nak kata apa . Adil tak kalau aku nangis depan dia dan kata yang aku tak relakan dia kahwin dengan siapa-siapa selain aku ? Adil tak bila aku merintih depan dia dan mengemis cinta dari dia ?

"  Saya minta maaf Dina   . " sekali lagi aku angguk kan kepala ku .

"  Tak pe . Sekuat mana kita genggam pun bila Allah takdirkan perpisahan . Ia akan terlerai juga . "  balas ku . Ayat Syira ni lah yang memberi sedikit sebanyak kekuatan kepada aku .Dan hari ni dia jadi pelengkap lakonan aku .

_


" Cantik tunang Adib kan ,  memang patutlah dia tinggalkan aku . " luahku dengan airmata yang mengalir .

" Aku dah agak benda ni akan jadi macam ni . "Balas Syira seakan-akan marah dengan tindakan Adib .

" Dah dah lah stalk mamat tu . Biar lah dia dengan life dia . Lelaki macam tu . Tak layak pun untuk kau . "  marah Syirah lagi sambil mengambil telepon bimbitku .

" Aku yang tak layak untuk dia . " ujarku perlahan . Lalu membenamkan wajahku di bawah bantal . Sakit hati ,  sakit hingga tak ada cahaya lagi yang bisa aku lihat . Dulu aku menghina habis habisan orang yang rela  bunuh diri akibat cinta . Namun tanpa aku sedari ,  kini aku juga sedang membunuh jiwa aku perlahan-lahan .

_

Dua hari lagi ,   Adib akan menikah . Puas aku lupakan dia . Tapi pandangan mata ini tidak pernah lupa tatapan matanya . Mungkin ,  jika saat ini dia kembali dan inginkan aku lagi . Aku tidak akan berfikir untuk menerima kembali . Mungkin aku akan ketepikan segalanya demi dia . Ya ! Mungkin .

" Adina ,  " ada suara yang memanggil ku .

Aku menoleh dan cuba seka air mata aku yang mengalir . Namun air mata itu mengalir lagi saat wajah dia yang aku lihat . Kenapa aku tak pernah membenci walaupun hakikatnya dia yang mengkhianati ?  Kenapa aku masih teruja bila menatap wajahnya ?

" Adib , "  panggil ku perlahan . Tak sangka wajah yang aku rindu kini sudah ada di hadapan ku . Kini persoalan demi persoalan mengisi kotak fikiran . Namun aku hanya mampu diamkan semua . Aku sedar dia kini sudah menjadi hak orang .

" Awak apa khabar ?   "  soalnya dengan senyuman . Aku balas senyuman nya . Lalu air mata yang mengalir ku seka secepatnya .

" Alhamdulillah ok . "  balas ku lalu menghampirinya .

" Sunyi je butik . Syirah mana ?   "  soalnya sambil duduk di atas sofa yang berada di tepi pintu masuk ke butik .

" Syira cuti . "  jawab ku lalu cuba untuk berlagak selamba .

" Boleh saya bercakap dengan awak sekejap ?   "  soalnya yang membuatkan hatiku berdegup kencang .Perlahan aku angguk kan kepala lalu duduk di hadapan nya .

" Sebelum saya menikah ,  "  kata-katanya terhenti di situ . Dan aku . Hanya mampu menahan tangis menanti perkataan nya yang seterusnya . Apapun yang akan dia katakan . Aku tak ingin menangis . Kerana kenyataan yang dia akan menjadi milik wanita lain , walaupun sakit tapi itulah hakikat yang aku kena terima .

"  Saya nak bagi ni pada awak . "  ujarnya lalu menghulurkan satu kotak berwarna merah . Ku dongak kan kepala menatap wajahnya .

" Apa tu ?   "  soal ku teragak-agak .  Ku lihat dia menyeka air matanya . Dia menangis ,  tapi kenapa ?

" Tu kotak yang Adib nak bagi dengan awak . " ujarnya yang membuatkan aku tidak faham . Apa maksudnya ?

" Saya bukan lelaki yang awak cintai . Adib Hanafi . Dia adik kembar saya . "  ujarnya serius . Aku hanya mendengar . Saat ni aku rasa seperti aku sedang bermimpi . Apa kah penipuan yang Adib ingin lakukan sekarang ?

Apakah dia fikir hidup aku seperti permainan sehingga dia boleh menganggap ianya cerita sinetron yang boleh diputar belit olehnya ?

"  Saya tahu susah untuk awak nak percaya . Tapi saya tak tipu . Saya bukan Adib Hanafi .Saya Adib Hanif "

" Adib , "  panggil ku . Lalu menarik nafas panjang . Air mata yang ingin mengalir akhirnya jatuh juga . Dengan kudrat yang ada aku cuba untuk ungkapkan kesakitan yang aku rasa .

" Cukup . " ujarku .

" Saya minta maaf . "potongnya .

" Aku tahu aku wanita hina di depan kau . Tapi cukup . Cukup permainkan perasaan ni , "  ujarku lalu menyentuh dada ku yang terasa membengkak .

" Adib Hanafi . Lelaki yang awak cinta dah tak ada . Inilah hakikat yang saya tak sanggup bagitahu awak   . "

" Sebelum Adib pergi dia titipkan kotak ni untuk awak . Dia suruh jelaskan pada awak perkara yang sebenar . Tapi saya tak sanggup . Saya tak sanggup lukakan hati wanita yang adik saya cintai . Saya yang salah sebab anggap diri saya boleh menjadi Adib . "  ujarnya lagi .

Kotak merah tu aku capai . Lalu ku buka satu kotak cincin yang ada di dalam nya . Ada satu kad diselitkan di dalam nya .

' Hati tidak punya syarat untuk mencintai .
Kerana itu jangan tanya .Kenapa saya cintakan awak . My princess ,  will you marry me ?  '

Ku tutup kad itu dengan hati yang berdebar-debar .  Lalu satu gambar ku capai .

' We are twin .  Terkejut tak ?   Saje nak bagi surprise  . My princess , can you find the man that truly loving you ?  '

Itu kata-kata yang tertulis di belakang gambar itu . Saat ini aku kaku . Saat ini aku hilang akal . Lelaki yang aku cinta sudah tiada ?

" Adib aku mana ? " soalku . Tiada kata yang dapat menggambarkan rasa sakit yang aku rasa kini . Sesal yang teramat kini bersarang di dalam jiwa .

Kenapa selama ni mata aku buta ?  Kenapa selama ni aku tidak boleh menilai hati  lelaki yang aku cintai .

" Adib dah tak ada Dina . Dah setahun dia pergi .  " balasnya .Aku gelengkan kepala ku tidak percaya .

" Adib aku masih ada lagi . " balas ku dalam tangisan . Sungguh aku amat berharap bahawa semuanya hanya mimpi saja . Kalau aku diberi pilihan . Aku rela dikhianati nya  . Aku rela . Asalkan dia ada di hadapan ku kini .


Selama ni aku tercari-cari tatapan mata yang penuh cinta . Selama ini aku tercari-cari senyuman manis yang aku puja .

Kini aku tahu mengapa semua itu hancur punah . Kerana bukan lelaki itu yang menerima segala baik buruknya si wanita hodoh seperti aku . Bukan hati itu yang berdegup setia untuk mencintai aku . Bukan dia . Tapi Adib Hanafi . Ya dialah lelaki yang mempunyai hati dan senyuman itu .

Sesungguhnya aku yang salah menilai cinta dia . Ya !  aku yang salah .





Tamat . 



Monday, 16 January 2017

Setia si tanda tanya ♡~♡

Di pinggir laut hakikat terserlah
Betapa ia amatlah setia 
Menendang kuat arah tepian nya
Lalu kembali tanpa pun dipinta .

Tenang sungguh terlihat luaran nya
Senyap bagai tiada penghuni nya 
Namun cuba kau tenung sebetulnya 
Ada nyawa hidup di sebaliknya  .
.
Tidak kah kau menyedari 
Hatiku ibarat pantai 
Yang menyimpan kebenaran
Keindahan tak ternilai .

Sebahagian secebis kejujuran 
Lalu dikhianati  harapan punah
Kerana impian itu tak sepadan
Ditangisi penyiksaan tanda tanya .

CikDhulhijjah_
Tuesday
17Jan17
12:55am

Cerpen : ❤ ( BAB 3 )

Assalamualaikum . Yg ni bab 3 yaaa .  Trima kasih kepada yg sudi membaca . ❤❤❤ " Kenapa tercegat kat situ? " soal Syafiq lemah. L...