Sang bayu meniup tubuhku . Dingin hingga aku mengetap bibir . Bunyi ombak menemani pemikiran ku yang kaku . Hingga tak terucap dek kata. Tak terfikir dek akal . Kerana mana mungkin insan di hadapan ku ini mempunyai perasaan suka kepadaku .
Dari bicaranya seolah-olah serius dan tiada gurauan . Namun hatiku ragu dan diulit bahagia pada masa yang sama . Mungkin kerana dia si pemuda tampan dan datang dari sebuah keluarga yang berada . Sedangkan aku wanita tak berupa malah tiada apa yang boleh dibangga-bangga . Ya ! itu bukan keluhan tapi kenyataan hakikat yang sudah lama aku redha .
" Kau tak kenal aku lagi "
" Hati tidak punya syarat untuk mencintai "
" Tapi aku tak layak . "
"Poyo , kalau saya ucapkan kata-kata manis saja . Tapi cuma satu saya pinta . Percaya dan bagi saya peluang , "
Kata akhir itu membuat aku mendongak dan menatap wajahnya . Wajah yang aku idamkan itu sedang menatap wajahku . Jujur aku katakan aku juga menyukainya . Tapi sesaat pun aku tidak pernah bermimpi untuk berjalan seiring dengan nya . Kerana aku sedar . Aku tidak sepadan dan tidak layak dengan nya .
Namun hati aku tewas . Perlahan hati aku mula berangan . Memujuk segala prasangka buruk dan percaya bahawa cinta tidak mengenal rupa .
Si tampan mencintai dan menerima baik buruknya dia si wanita hodoh .
Sehingga aku lupa untuk menoleh . Dan menyedari bahawa sekeping hati juga mampu untuk beralih arah . Kini aku yang jatuh . Kini aku yang merasa . Aku yang terkena sakitnya ditusuk serpihan kaca . Kerana hatinya yang meninggalkan aku si wanita hodoh yang ternyata hanya sampah baginya . Pahit , sakit . Namun siapa aku untuk mempersoalkan segalanya ?
Aku yang tidak punya malu untuk menganyam cinta . Aku yang tidak sedar diri ingin menumpang kasihnya . Ya ! Aku lah wanita itu .
_
" Dina , kau nangis lagi , " tegur sahabat ku entah untuk yang keberapa kali .
Aku kesat air mata ku . Kenapa hati ni degil sangat ? Kenapa dia menyayangi seorang lelaki yang tak sudi ?
" Its enough babe . Jangan nangis untuk lelaki macam dia . " sambung Syira lagi lalu duduk di sebelah ku .
" Aku cuba . Tapi hati ni lebih rela bertahan . Walaupun dah terang lagi bersuluh . Yang dia dah tak nak kat aku . " jawabku sayu . Kenapa hati ni sakit sangat ? Jawabnya sebab dia yang degil . Degil dan tak ikut rentak akal fikiran .
" Aku tak tahu nak cakap apa lagi . " jawab Syirah hampa . Mungkin kecewa dengan sikap aku .
" Kau tak perlu cakap apa-apa . Just always be my side . It more than enough . " ucapku ikhlas . Lalu tersenyum simpul . Tapi dia tunduk kan pandangan nya memandang bawah lantai lalu perlahan menggenggam tangan ku seolah memberi kekuatan . Ya ! Dia lah ibu dan juga ayah bagiku . Kerana hanya dia yang sudi untuk bersahabat dengan anak yatim seperti aku .
_
" Saya tak mahu semua ni . Tapi keluarga saya yang mahu saya berkahwin dengan pilihan mereka . " ujarnya tanpa menatap wajahku .
Saat dia meluahkan kata-kata manis dia menatap wajah ku untuk menyakinkan aku . Tapi saat ini dia berpaling wajah sebagaimana hatinya sudah berpaling dariku . Sakit namun aku ukirkan senyuman untuk menutup perasaan kecewa yang menggigit hati aku . Kerana apa ?
Kerana aku malu untuk nampak kan kekecewaan aku. Teruk dan sesak di dada . Kini itu yang aku rasakan .
Salah aku kerana terlalu memuja dia . Salah aku kerana memberi segala rasa cinta hingga tiada yang tinggal untuk aku simpan . Ya semuanya salah aku . Bukan dia .
" Saya mohon maaf atas segalanya . Dua tahun waktu kita bersama . Saya tak kan lupakan semua tu . " luahnya lagi . Namun aku masih kelu .
Dua tahun kami bersama . Namun setahun aku saja yang mempertahankan . Bertepuk sebelah tangan .
Kenapa aku bertahan ? Kerana percaya dan peluang aku berikan sepenuhnya . Tanpa berfikir akibatnya .
Setahun aku berpura bahawa hatiku bahagia . Aku sedapkan hati aku dengan perkataan bahawa dia akan berubah . Tapi kini terbukti yang pengorbanan aku adalah sia-sia . Apa gelaran yang layak aku dapat ?
" Saya minta maaf Dina , " luahnya namun kali ini dia menatap wajahku .
Aku ukirkan senyuman .
" Tak pe , aku doakan kebahagiaan kau . " balas ku selamba .
Ku lihat matanya membesar . Terbeliak . Mungkin terkejut dengan reaksi aku . Ataupun gembira kerana dia sudah boleh pergi begitu sja ?
" Dina okey ? " soalnya .
Aku angguk kan kepala . Saat ni aku tak tahu nak kata apa . Adil tak kalau aku nangis depan dia dan kata yang aku tak relakan dia kahwin dengan siapa-siapa selain aku ? Adil tak bila aku merintih depan dia dan mengemis cinta dari dia ?
" Saya minta maaf Dina . " sekali lagi aku angguk kan kepala ku .
" Tak pe . Sekuat mana kita genggam pun bila Allah takdirkan perpisahan . Ia akan terlerai juga . " balas ku . Ayat Syira ni lah yang memberi sedikit sebanyak kekuatan kepada aku .Dan hari ni dia jadi pelengkap lakonan aku .
_
" Cantik tunang Adib kan , memang patutlah dia tinggalkan aku . " luahku dengan airmata yang mengalir .
" Aku dah agak benda ni akan jadi macam ni . "Balas Syira seakan-akan marah dengan tindakan Adib .
" Dah dah lah stalk mamat tu . Biar lah dia dengan life dia . Lelaki macam tu . Tak layak pun untuk kau . " marah Syirah lagi sambil mengambil telepon bimbitku .
" Aku yang tak layak untuk dia . " ujarku perlahan . Lalu membenamkan wajahku di bawah bantal . Sakit hati , sakit hingga tak ada cahaya lagi yang bisa aku lihat . Dulu aku menghina habis habisan orang yang rela bunuh diri akibat cinta . Namun tanpa aku sedari , kini aku juga sedang membunuh jiwa aku perlahan-lahan .
_
Dua hari lagi , Adib akan menikah . Puas aku lupakan dia . Tapi pandangan mata ini tidak pernah lupa tatapan matanya . Mungkin , jika saat ini dia kembali dan inginkan aku lagi . Aku tidak akan berfikir untuk menerima kembali . Mungkin aku akan ketepikan segalanya demi dia . Ya ! Mungkin .
" Adina , " ada suara yang memanggil ku .
Aku menoleh dan cuba seka air mata aku yang mengalir . Namun air mata itu mengalir lagi saat wajah dia yang aku lihat . Kenapa aku tak pernah membenci walaupun hakikatnya dia yang mengkhianati ? Kenapa aku masih teruja bila menatap wajahnya ?
" Adib , " panggil ku perlahan . Tak sangka wajah yang aku rindu kini sudah ada di hadapan ku . Kini persoalan demi persoalan mengisi kotak fikiran . Namun aku hanya mampu diamkan semua . Aku sedar dia kini sudah menjadi hak orang .
" Awak apa khabar ? " soalnya dengan senyuman . Aku balas senyuman nya . Lalu air mata yang mengalir ku seka secepatnya .
" Alhamdulillah ok . " balas ku lalu menghampirinya .
" Sunyi je butik . Syirah mana ? " soalnya sambil duduk di atas sofa yang berada di tepi pintu masuk ke butik .
" Syira cuti . " jawab ku lalu cuba untuk berlagak selamba .
" Boleh saya bercakap dengan awak sekejap ? " soalnya yang membuatkan hatiku berdegup kencang .Perlahan aku angguk kan kepala lalu duduk di hadapan nya .
" Sebelum saya menikah , " kata-katanya terhenti di situ . Dan aku . Hanya mampu menahan tangis menanti perkataan nya yang seterusnya . Apapun yang akan dia katakan . Aku tak ingin menangis . Kerana kenyataan yang dia akan menjadi milik wanita lain , walaupun sakit tapi itulah hakikat yang aku kena terima .
" Saya nak bagi ni pada awak . " ujarnya lalu menghulurkan satu kotak berwarna merah . Ku dongak kan kepala menatap wajahnya .
" Apa tu ? " soal ku teragak-agak . Ku lihat dia menyeka air matanya . Dia menangis , tapi kenapa ?
" Tu kotak yang Adib nak bagi dengan awak . " ujarnya yang membuatkan aku tidak faham . Apa maksudnya ?
" Saya bukan lelaki yang awak cintai . Adib Hanafi . Dia adik kembar saya . " ujarnya serius . Aku hanya mendengar . Saat ni aku rasa seperti aku sedang bermimpi . Apa kah penipuan yang Adib ingin lakukan sekarang ?
Apakah dia fikir hidup aku seperti permainan sehingga dia boleh menganggap ianya cerita sinetron yang boleh diputar belit olehnya ?
" Saya tahu susah untuk awak nak percaya . Tapi saya tak tipu . Saya bukan Adib Hanafi .Saya Adib Hanif "
" Adib , " panggil ku . Lalu menarik nafas panjang . Air mata yang ingin mengalir akhirnya jatuh juga . Dengan kudrat yang ada aku cuba untuk ungkapkan kesakitan yang aku rasa .
" Cukup . " ujarku .
" Saya minta maaf . "potongnya .
" Aku tahu aku wanita hina di depan kau . Tapi cukup . Cukup permainkan perasaan ni , " ujarku lalu menyentuh dada ku yang terasa membengkak .
" Adib Hanafi . Lelaki yang awak cinta dah tak ada . Inilah hakikat yang saya tak sanggup bagitahu awak . "
" Sebelum Adib pergi dia titipkan kotak ni untuk awak . Dia suruh jelaskan pada awak perkara yang sebenar . Tapi saya tak sanggup . Saya tak sanggup lukakan hati wanita yang adik saya cintai . Saya yang salah sebab anggap diri saya boleh menjadi Adib . " ujarnya lagi .
Kotak merah tu aku capai . Lalu ku buka satu kotak cincin yang ada di dalam nya . Ada satu kad diselitkan di dalam nya .
' Hati tidak punya syarat untuk mencintai .
Kerana itu jangan tanya .Kenapa saya cintakan awak . My princess , will you marry me ? '
Ku tutup kad itu dengan hati yang berdebar-debar . Lalu satu gambar ku capai .
' We are twin . Terkejut tak ? Saje nak bagi surprise . My princess , can you find the man that truly loving you ? '
Itu kata-kata yang tertulis di belakang gambar itu . Saat ini aku kaku . Saat ini aku hilang akal . Lelaki yang aku cinta sudah tiada ?
" Adib aku mana ? " soalku . Tiada kata yang dapat menggambarkan rasa sakit yang aku rasa kini . Sesal yang teramat kini bersarang di dalam jiwa .
Kenapa selama ni mata aku buta ? Kenapa selama ni aku tidak boleh menilai hati lelaki yang aku cintai .
" Adib dah tak ada Dina . Dah setahun dia pergi . " balasnya .Aku gelengkan kepala ku tidak percaya .
" Adib aku masih ada lagi . " balas ku dalam tangisan . Sungguh aku amat berharap bahawa semuanya hanya mimpi saja . Kalau aku diberi pilihan . Aku rela dikhianati nya . Aku rela . Asalkan dia ada di hadapan ku kini .
Selama ni aku tercari-cari tatapan mata yang penuh cinta . Selama ini aku tercari-cari senyuman manis yang aku puja .
Kini aku tahu mengapa semua itu hancur punah . Kerana bukan lelaki itu yang menerima segala baik buruknya si wanita hodoh seperti aku . Bukan hati itu yang berdegup setia untuk mencintai aku . Bukan dia . Tapi Adib Hanafi . Ya dialah lelaki yang mempunyai hati dan senyuman itu .
Sesungguhnya aku yang salah menilai cinta dia . Ya ! aku yang salah .
Tamat .